*aku menaiki mesin waktu ke zaman SMA*
Pagi itu di awal pekan, Ibu membangunkanku untuk Subuhan. Bapak menyeduh kopi sachetan gelas besar super manis. Kakak pertama duduk di depan televisi menyimak berita olahraga. Kakak kedua sibuk berdandan dan sarapan. Dan aku adalah anggota keluarga yang bangun paling siang. Mandi paling akhir, sarapan pun tak sempat. Bermodal menyeruput kopi Bapak yang hampir selalu dia sisakan, aku berangkat ke sekolah dengan kondisi super mengantuk akibat begadang menonton (pertandingan) bola semalam. Jika kebetulan aku berangkat membonceng, helm sengaja tak kupakai hingga sebelum perempatan Mewek (yang notabene adalah batas di mana polisi lalu lalang berpatroli) agar rambut basahku cepat kering sekaligus membentuk jambul yang kala itu menjadi favorit potongan rambut anak muda. Aku selalu tiba di kelas hanya beberapa menit sebelum bel masuk berbunyi. Jam pertama selalu menyebalkan bagiku. Rasa kantuk dan lapar berakumulasi menjadi hilangnya konsentrasi akan materi pelajaran. Dan istirahat pertama menjadi pemecah kebuntuan itu melalui solusi kantin sekolah.
![]() |
| From where I sat down |

Tidak ada komentar:
Posting Komentar